Ruang utama Sekte Pedang Es berdiri di puncak tebing bersalju abadi, terlindung dari angin liar oleh pilar-pilar es kristal yang menjulang seperti duri naga beku. Langit-langit aula itu begitu tinggi hingga nyaris tak terlihat, dihiasi relief langit bersalju yang terpahat langsung dari batu es purba yang tak mencair selama ribuan tahun.

Lantainya terbuat dari es biru transparan, di bawahnya mengalir sungai spiritual beku yang berkilau seperti cahaya bintang. Dinding-dindingnya dipenuhi lambang salju berlapis segel, dan simbol pedang putih tertancap di puncak pegunungan, melambangkan puncak kesempurnaan teknik mereka.

Di tengah ruangan, terdapat singgasana es berundak lima, tempat Ketua Sekte duduk. Jubah putih panjangnya berkibar ringan, meski tak ada angin yang berhembus. Di bawah tangga es itu, para tetua duduk di posisi melingkar, masing-masing memancarkan aura dingin membekukan yang bahkan bisa membuat seorang grandmaster menahan napas tegang.

Tidak jauh dari singgasana Ketua Sekte, seorang pria lanjut usia bersama seorang wanita lanjut usia duduk diam memperhatikan. Dari pancaran auranya, mereka bisa merasakan kedua orang lanjut usia tersebut adalah kultivator di ranah Immortal.

Leena berdiri tegak dengan mata tajam, sementara Lynx terlihat bersikap tenang di sisinya. Setibanya mereka di Sekte Pedang Es, Leena baru menyadari jika mereka meninggalkan Meiyu begitu saja. Mereka sedang dikejar waktu sehingga tanpa disengaja mereka melupakannya.

"Tenang saja, dia pasti baik-baik saja. Aku yakin tidak akan ada yang berani menyakitinya setelah melihat kekuatanmu," bisik Lynx dengan nada santai.

Leena menganggukkan kepalanya dan kembali fokus kepada orang-orang di sekitarnya yang menunjukkan tanda waspada.

Ketua Sekte Pedang Es dari atas singgasananya memandang Lynx dan Leena, mencoba menilai kemampuannya, "Tetua Ma sudah menceritakan mengenai keinginan kalian untuk menemuiku. Katakan apa tujuan kalian sebenarnya?"

Lynx memberi hormat dan berkata, "Ketua Sekte, saya berterima kasih karena Anda bersedia menemui kami. Saya Xiao Ling, dan ini istri saya Ling Mei. Kami berdua datang dari tempat yang jauh karena mendengar kemampuan Sekte Pedang Es."

"Forging Qi tingkat dua? Pemuda ini sungguh beruntung memiliki istri seorang Immortal," bisik seorang tetua ke tetua lain di sebelahnya.

"Apa kamu yakin wanita itu di ranah Immortal? Usianya terlalu muda. Selain itu aku tidak bisa merasakan ranah kultivasinya," kata tetua lainnya.

"Tetua Ma Xiao tidak mungkin berbohong. Dia pasti sudah memeriksanya terlebih dahulu," tetua lainnya ikut menimpali.

Setelah terdiam sesaat Lynx melanjutkan, "Kami ke tempat ini karena membutuhkan bantuan Sekte Pedang Es untuk menyelamatkan para penduduk desa kami yang sedang dalam keadaan kritis."

"Menyelamatkan penduduk yang kritis? Apa maksudmu? Seharusnya kalian menemui ahli pengobatan, bukan ke tempat kami," jawab Ketua Sekte Pedang Es.

Leena yang sejak awal hanya diam, ikut menjelaskan, "Ketua, para penduduk kami mengalami kondisi kritis yang tidak dapat dijelaskan. Kami memerlukan bantuan Sekte Pedang Es untuk menunda kematian mereka hingga kami menemukan cara untuk menyelamatkan mereka."

"Huh, atas dasar apa kami harus membantu kalian. Di dunia ini sangat banyak orang yang membutuhkan bantuan. Sekte kami tidak mungkin menolong setiap orang yang datang meminta bantuan apalagi orang asing yang terlihat mencurigakan seperti dirimu," bentak wanita tua yang duduk tidak jauh dari Ketua Sekte Pedang Es.

Dia berdiri dan melangkah di antara Ketua Sekte dan Leena. Tiba-tiba saja dia mengeluarkan auranya sebagai Immortal tahap awal dan bergerak dengan cepat ke arah Leena. Telapak tangannya mengeluarkan asap dingin, suhu seluruh ruangan mendadak terasa turun drastis.

"Anak muda, tunjukkan kemampuanmu. Aku ingin melihat sendiri apakah benar kamu seorang Immortal," kata leluhur wanita yang sudah berada di dekat Leena.

Dengan cepat, Leena mendorong tangannya ke depan untuk menangkis serangan telapak tangan yang menuju ke arahnya.

DUAR!!!

Suara ledakan akibat kedua kekuatan bertemu.

Kekuatan yang berlawanan antara api dan es menimbulkan efek serangan yang menggetarkan ruangan tersebut.

Leena dan leluhur wanita tersebut sama-sama mundur ke belakang menandakan kekuatan yang mereka keluarkan besarnya sama.

Leluhur wanita terkejut, meski dia hanya mengeluarkan dua puluh persen kekuatannya, namun gadis muda tersebut bisa menangkisnya dengan mudah. Hal ini membuktikan bahwa wanita tersebut memang seorang Immortal.

"Kalian lihat... wanita ini... Dia mampu mengimbangi leluhur kita... Dia benar-benar di ranah Immortal!" seru salah satu tetua.

"Nyonya Ling Mei, maafkan leluhur kami. Dia hanya ingin bercanda dengan Anda," kata Ketua Sekte sambil tertawa ringan. Dia mengagumi kekuatan dan kecantikan Leena, terutama kejeniusannya. Seseorang yang bisa menjadi Immortal di usia muda bukan hanya faktor tekun berlatih, tetapi juga jenius dan belum pernah terjadi sebelumnya.

"Huh..." dengus leluhur sambil kembali ke tempat duduknya. Dia merasa sudah cukup menguji kemampuan wanita tersebut.

"Latar belakangnya pasti tidak sederhana. Perlu sumber daya yang sangat besar untuk menjadi seorang Immortal," batin leluhur Sekte Pedang Es. Dia lalu memandang kulit tangannya dan tanpa disadarinya dia meraba wajahnya sendiri. "Selain itu... sangat berbeda jauh denganku yang sudah setua ini baru mencapai keabadian." Leluhur sekte menghela napas panjang.

"Terima kasih, leluhur, karena sudah berbaik hati." Leena memberikan hormat lalu menatap Ketua Sekte. "Ketua, penduduk desa kami membutuhkan bantuan. Bisakah Anda membantunya?"

"Ini... tergantung leluhur. Karena teknik ini hanya leluhur yang menguasainya," kata Ketua Sekte dengan nada ragu dan memandang kedua leluhur Sekte.

"Haha... hal semudah itu?" Leluhur pria tertawa pelan. "Itu teknik rahasia Sekte Pedang Es. Namanya Eternal Stasis Casket. Teknik ini membekukan seluruh tubuh hingga waktu dan aliran qi dalam tubuh pun terhenti, menjaga hidup seseorang dalam kondisi tetap, bahkan selama ratusan tahun. Ketua Sekte, setelah waktunya tiba Anda pun juga pasti bisa melakukannya."

Para tetua mengangguk penuh hormat saat mendengar nama teknik tersebut.

"Tapi," lanjut leluhur dengan mata menyipit, "apa imbal baliknya? Kami bukan rumah amal. Seperti yang dikatakan Leluhur Xue, jika setiap orang yang datang meminta bantuan dan kami menolongnya, bukankah waktu berharga kami akan terbuang percuma, karena tidak akan ada hentinya orang meminta bantuan."

Leena yang mendengar hal tersebut merasa tersinggung dan ingin marah, namun Lynx menahannya. Dia berdiri perlahan dan tersenyum.

"Aku, Xiao Ling, bukan orang yang tidak bisa membalas budi. Aku akan membantu Sekte Pedang Es jika suatu saat kalian dalam kesulitan."

Para tetua saling pandang, beberapa tersenyum mengejek. Salah satunya berkata pelan, "Forging Qi tingkat dua... bisa apa dia?"

Namun melihat istrinya yang berada di ranah Immortal, mereka tak berani bicara keras-keras. Bahkan Ketua Sekte pun menyimpan sindiran itu dalam hati, tidak ingin menyinggung wanita dan menambah musuh yang merugikan sektenya.

Ketua Sekte menghela napas dan menatap para tetua dan leluhur di sampingnya. "Masalah ini aku serahkan kepada leluhur apakah bisa membantu kalian atau tidak karena aku sendiri tentunya harus menghormati leluhur kami."

Kedua leluhur saling bertatapan lalu menganggukkan kepala tanda mereka menyerahkan keputusan kepada salah satu dari mereka, "Baiklah. Menghargai kemampuan Nyonya Ling Mei, kami bersedia membantu. Tetapi kami memiliki satu permintaan."

Leena yang mendengar kata-kata leluhur ekspresinya berubah gembira, "Katakan, leluhur. Jika kami bisa melakukannya pasti akan kami usahakan."

"Apa kalian pernah mendengar tentang keluarga Baihuan?" tanya leluhur pria yang memiliki nama Han Tiansheng.

Lynx dan Leena saling bertatapan. Nama keluarga Baihuan sangat asing di telinga mereka. Lynx dan Leena menggelengkan kepala bersamaan.

"Keluarga Baihuan adalah salah satu keluarga tersembunyi. Mereka sudah ada sejak ribuan tahun namun selama ini menyembunyikan diri sehingga tidak banyak yang mengenalnya. Baru-baru ini mereka menunjukkan diri dan membunuh banyak tokoh penting dan salah satunya adalah anggota keluarga kami." Leluhur Han mengepalkan tangannya dengan marah.

Leluhur wanita yang bernama Xue Yuning menambahkan, "Entah bagaimana, mereka memiliki banyak kultivator Immortal sehingga menyulitkan berbagai sekte yang ingin menghancurkan mereka. Untuk itu, jika suatu saat kami melancarkan balas dendam, kami ingin bantuanmu."

Leena tanpa ragu mengangguk. Menghadapi seorang Immortal menjadi tantangan tersendiri baginya, namun selain itu dia memiliki senjata rahasia, Lynx. "Aku setuju. Aku akan membantu kalian saat waktunya tiba."

Tiba-tiba, seorang murid senior masuk dengan tergesa-gesa, wajahnya pucat.

"Ketua! Leluhur! Kita diserang! Banyak musuh datang dari langit, mereka mengepung sekte kita!"

